Liburan, Aman...?

SMP N 3 Depok Liburan Aman

Alhamdulillah semester 1 tahun ajaran 2025/2026 telah berakhir, dalam rangka kegiatan Liburan Sesmester Gasal  tanggal 20 Desember 2025 sampai dengan 4 Januari 2026, sesuai surat edaran dari Kemendikdasmen No.14 Tahun 2025, maka dimohon kepada orang tua untuk :

1). Pengkondisian Lingkungan Liburan Aman Bencana (LLAB), dengan berperilaku aman selama libur sekolah, antara lain,

  1. mengenali risiko di lingkungan tempat tinggal dan tujuan perjalanan;
  2. mengetahui jalur evakuasi di rumah dan lingkungan;
  3. mengetahui nomor layanan darurat yang dapat .dihubungi;
  4. keselamatan di jalan (pejalan kaki, pengguna sepeda, kendaraan umum/pribadi);
  5. keselamatan di pantai, gunung, dan tempat lainnya; dan
  6. perilaku aman di rumah saat bermain dan menggunakan peralatan listrik/ gawai.

2). Dimohon kepada kepada orang tua/wali murid untuk memanfaatkan libur sekolah:

  1. waktu berkualitas bersama anak, antara lain melalui:
    1. kegiatan sederhana sehari-hari (memasak, mengatur keuangan rumah tangga, membersihkan rumah) yang dapat menjadi sarana belajar keterampilan hidup (lile skills);
    2. dialog tentang pengalaman anak di sekolah, minat, dan rencana masa depan anak; dan
    3. kegiatan rekreasi dan perjalanan yang disesuaikan dengan kemampuan keluarga.
  2. kebiasaan aktivitas positif di rumah yang mendorong literasi, numerasi, dan karakter, seperti:
    1. membaca buku atau bahan bacaan lain bersama anak;
    2. permainan yang melatih logika, kerjasama, dan kreativitas; dan
    3. kegiatan seni, olahraga, dan budaya sesuai minat anak.
  3. kebijakan penggunaan gawai dan internet, dengan cara:
    1. menetapkan batas waktu penggunaan gawai (screen timel yang wajar dan disepakati bersama anak;
    2. mendampingi anak ketika mengakses internet dan media sosial; dan
    3. mengarahkan anak memanfaatkan konten yang bermanfaat dan menghindarkan anak dari konten yang mengandung kekerasan, pornografi, perjudian, pemndungan, dan disinformasi.
  4. fasilitasi dan pendampingan anak dalam kegiatan rekreasi sosial dan bermasyarakat, seperti:
    1. kegiatan keagamaan di masyarakat;
    2. aktivitas seni dan olahraga di lingkungan;
    3. kunjungan teman dan silaturahmi dengan keluarga; dan
    4. kegiatan-kegiatan bermasyarakat secara positif lainnya.
  5. perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi, termasuk:
    1. kekerasan fisik, psikis, dan kekerasan berbasis gender;
    2. keterlibatan anak dalam pekerjaan yang mengganggu hak belajar, bermain, dan beristirahat; dan
    3. praktik pernikahan usia dini.

3) Mengkomunikasikan kegiatan putra putri melalui (kontak sekolah, wali kelas, atau layanan pengaduan yang relevan) apabila ada informasi terkait  hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan dan perlindungan murid selama masa libur

Demikian informasi ini disampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih

Wassalamu’alaikum wr.wb

Alternatif kegiatan menyenangkan

Kegiatan liburan ke luar kota adalah hal seringkali ditunggu oleh anak-anak. Inilah saat di mana anak-anak bisa melakukan aktivitas yang mereka inginkan. Namun, persoalan finansial, keamanan, ataupun kesehatan bisa menjadi halangan bagi orang tua untuk melakukan kegiatan ini.

Keisha Fleming, seorang pakar parenting, mengatakan bahwa orang tua perlu sering menghabiskan banyak waktu dan melakukan banyak aktivitas menyenangkan yang dapat membuat pikiran dan tubuh anak tetap aktif. Di sisi lain, orang tua juga perlu memastikan bahwa si kecil tetap aman, terlindungi, serta terhindar dari suatu masalah ketika melakukan aktivitas tersebut.

Berikut adalah beberapa kegiatan liburan yang edukatif, menyenangkan, dan bisa diaplikasikan di rumah:

1. Bermain di Dalam Rumah

Beberapa permainan yang bisa dimainkan oleh anak bersama orang tua di dalam rumah adalah bermain monopoli, kartu uno, kartu remi, catur, puzzleblock gameboard-game, dan aneka permainan lainnya. Selain murah, bermain permainan seperti ini bisa menjadi kesempatan bagi orang tua untuk berinteraksi, berbagi cerita, dan belajar bersama anak.

2. Bermain di Luar Rumah

Permainan ini biasanya dilakukan di pekarangan rumah atau di taman sekitar rumah. Contoh permainan yang bisa dilakukan adalah bermain sepak bola, lempar tangkap bola, kejar-kejaran, petak umpet dan lainnya.

Agar anak bisa bermain dengan hati yang lebih senang, orang tua bisa mengajak saudara sepupu, anak tetangga, atau teman sekolah untuk berkunjung ke rumah Anda. Tentu saja, hal ini sekaligus bisa menjadi sarana pengembangan kecerdasan sosial anak.

3. Berkebun dan Merawat Tanaman

Ada banyak kegiatan berkebun yang memiliki nilai edukasi, misalnya menyiram tanaman, memetik atau memanen buah, mencabut rumput atau ilalang, menanam tanaman, dan menyapu taman. Manfaat dari kegiatan ini adalah menambah pengetahuan anak tentang aneka flora, meningkatkan daya tahan tubuh, mengembangkan motorik anak, mengembangkan kecerdasan natural, serta menguatkan rasa empati anak pada kelestarian lingkungan.

4. Menonton Film Edukasi

Siapkan beberapa pertanyaan sebagai quiz sebelum mengajak anak menonton film. Pertanyaan yang diajukan tentu hal-hal yang berhubungan dengan film yang akan ditonton anak. Selain itu, orang tua juga bisa memberikan reward kepada sang buah hati bila ia berhasil menjawab pertanyaan tersebut.

Apapun filmnya, anak-anak pasti akan lebih semangat dan fokus untuk menonton film sampai usai dengan adanya tantangan dan apresiasi tersebut. Educa Studio telah banyak merilis berbagai judul video atau film animasi dongeng. Silakan ditonton di kanal Youtube, dengan meng-klik Riri, Cerita Anak Interaktif.

5. Kegiatan Berkemah

Bila Anda memiliki pekarangan di depan atau di belakang rumah yang cukup luas, Anda bisa melakukan kegiatan ini bersama sang buah hati. Siapkan pula aneka kegiatan menarik, misalnya membacakan buku dongeng, bermain teka-teki, menikmati cemilan, makan malam, ataupun kegiatan lainnya.

Agar anak terlatih untuk melakukan kerja sama dan mengembangkan kemandiriannya, orang tua bisa mengajak anak mendirikan tenda dan menyiapkan segala perlengkapan secara bergotong-royong. Dari sini, anak pasti akan banyak belajar beragam keterampilan dengan hati yang gembira.

6. Memasak Bersama

Kegiatan ini bisa diaplikasikan secara bersamaan dengan kegiatan berkemah. Saat mempersiapkan alat-alat masak, biasanya anak bisa melakukannya dengan lebih baik dan aman. Namun, saat melakukan kegiatan memasak, tentu saja anak sangat membutuhkan pengawasan ekstra dari orang tua.

Orang tua perlu memberikan instruksi yang jelas saat mengajak anak berperan aktif dalam kegiatan memasak bersama. Tujuannya adalah agar anak terhindari dari panasnya api dan panasnya peralatan memasak yang terkena api (misalnya kompor, wajan, panci, dan lainnya).

7. Membuat Kerajinan Tangan

Manfaat dari membuat kerajinan tangan adalah mengembangkan daya imajinasi dan kreatifitas anak. Selain itu, beberapa kerajinan tangan bisa melatih motorik halus, serta mengembangkan kecerdasan emosi dan seni anak.

Ada banyak ragam kerajinan tangan telah diterbitkan oleh Educa Studio di dalam website Dunia Belajar Anak. Untuk menemukannya, Anda bisa mengunjungi Dunia Belajar Anak.

8. Menjelajah Angkasa

Orang tua bisa mengajak anak mengamati angkasa dari sekitar rumah. Orang tua bisa mengajak anak ke atas loteng rumah atau pekarangan rumah untuk bisa melihat langit dengan leluasa. Orang tua bisa mengajak anak mengenal aneka benda angkasa, mengenal aneka rasi bintang dan melacak posisi planet atau bintang.