Assemen Literasi Menguji Sinergi

Assesmen Literasi menuguji SINERGI

ANTARA BIMTEK PERENCANAAN dan PEMBELAJARAN

Assesemen Nasional yang di dalamnya mengukur Literasi dan Numerasi, menggerakan satuan pendidikan untuk melaksanakan penguatan literasi dan numerasi. Bahkan dengan didukung oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, kegiatan penguatan Literasi Numerasi menjadi program primadona hingga menghasilkan Raport Pendidikan Sleman yang sangat memuaskan di tingkat nasional.

Sebelumnya ketika para pakar pendidikan memandang hasil assesment (baca : Ujian Nasional) tidak mampu mendongkrak kemampuan berpikit tingkat tinggi para siswa, maka dimunculkan istilah HOTS ( High Order Thinking Skill) dalam Ujian Nasional dengan soal HOTS, maka euforia pelatihan penyusunan soal HOTS marak dimana-mana. Assesmentnya HOTS namun pembelajarannya LOTS ya…jadi Jaka Sembung, alias gak nyambung.

Era Penguatan Literasi dan Numerasi, Dinas Pendidikan Sleman, bidang Pembinaan SMP entah sudah berapa kali mengadakan pelatihan terkait konsep literasi numersi, penyusunan RPP/Modul Ajar berbasis Literasi Numerasi, dan penyusunan soal berbasis Literasi Numerasi, namun belum ada hasil/ kesimpulan yang mampu menggambarkan sinergi antara bimtek dan pelaksanaan hasil bimtek. Yang tampak dan terasa adalah sebelum dan sesudah bimtek tiada beda. Ini menjadi kegelisahan yang berujung pada upaya mengujinya. Assemen Literasi Numerasi diupayakan sebagai alat untuk mengujinya. Barangkali perlu dichek siapa yang berlatih pada saat perencanaan, dan siapa yang melaksanakan. Jika Orangnya berbeda ya besar kemungkinan jadi gak nyambung. Atau yang bimtek perencanaan tidak mengimbaskan hingga yang melaksanakan baru sedikit.

 

Antara PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN

Kepala sekolah tampuk pimpinan di satuan pendidikan, kurikulum sekolah menjadi panduan, SDM yang terlatih menjadi andalan, pengawas datang menjadi saksi dan juri dalam supervisi Linearitas pembelajaran berbasis lietrasi numerasi menjadi esensi.

Kurukulum Merdeka dengan Pembelajaran mendalam berpadu dengan pembelajaran HOTS, Asesmen Nasional dan Penguatan HOTS menyatu dalam Assesmen Literasi Numerasi (ALN) menjadi PISA versi Sleman, Pengawas masuk kelas jadi saksi, pembelajaran berkualitas jadi aksi. Kurikulum terlaksana, tujuan tercapai dan tergaransi. Sinkronisasi antara Perencanaan, Pembelajaran Mendalam dan HOTS, dan ALN dapat dipastikan.

Aplikasi sudah dibuat sebaik mungkin.Antisipasi penggunaan tab lain sudah dioptimalkan.Sekolah sekolah sudah membentuk tim dangan pembekalan informasi, didukung Proktor Teknisi dan Admin serta fasilitator, agar mengoptimalkan kinerja.

Jika mungkin ada anak yang memiliki kompetensi lebih sehingga dapat membuka sumber informasi lain. Ini bisa diapresiasi tapi untuk saat yang tepat. ALN 17-20 November saatnya optimalkan peran fasilitator/pengawas ruang. Pengawasan bisa dari berbagai sisi, pengawasan bisa dengan berbagai teknis, untuk menuju validitas data yang akurat. Apa gunanya kita mengukur, tapi alatnya, caranya, dan yang diukur tidak benar. Hasilnya tidak dapat menjadi ukuran.