Ruang laboratorium komputer SMPN 3 Depok Sleman tampak lebih hidup dari biasanya. Puluhan guru berkumpul dengan laptop terbuka di hadapan mereka. Wajah-wajah serius namun penuh semangat menghiasi ruangan. Hari itu, mereka sedang melaksanakan workshop pelatihan dan pemanfaatan website sekolah.Kepala Sekolah membuka acara dengan menekankan pentingnya digitalisasi sekolah. Website bukan lagi sekadar pajangan, melainkan beranda depan sekolah di dunia maya.”Kita harus bergerak maju. Website ini adalah jembatan komunikasi kita dengan orang tua, siswa, dan masyarakat luas,” ujarnya memotivasi.Narasumber pelatihan mulai membimbing para guru langkah demi langkah. Mereka belajar cara mengisi konten, mengunggah artikel pembelajaran, hingga mengelola nilai dan tugas secara digital. Bagi guru-guru muda, materi ini terasa akrab. Namun, bagi sebagian guru senior, ini adalah tantangan yang membutuhkan konsentrasi ekstra.Suasana ruang workshop terasa sangat dinamis. Terjadi interaksi saling membantu antar sesama guru. Guru yang lebih mahir tanpa ragu membimbing rekan di sebelahnya yang masih kebingungan mencari menu klik. Gelak tawa kecil sesekali pecah ketika ada yang salah mengunggah gambar atau lupa kata sandi akun mereka. Kebersamaan ini justru membuat suasana pelatihan menjadi hangat dan tidak menjenuhkan.Satu per satu guru mulai berhasil mempraktikkan materi. Ada kebanggaan tersendiri saat artikel perdana mereka berhasil tayang di laman resmi SMPN 3 Depok. Workshop ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis para guru, tetapi juga membakar semangat baru untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik dan modern bagi seluruh siswa.