TUJUH ASET SMP N 3 DEPOK HASIL ANALISIS PPSBA

Pendekatan Pengembangan Sekolah Berbasis Aset (PPSBA) merupakan suatu pengembangan yang berfokus pada kekuatan atau potensi yang dimiliki oleh sekolah. PPSBA selalu memikirkan masa depan dengan berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih serta mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya yang ada. Dalam PPSBA visi dan kekuatan digunakan untuk merencanakan dan melaksanakan aksi yang sudah diprogramkan. Dengan demikian – PPSBA tidak fokus pada kekurangan serta masalah dan hambatan yang ada, namun berfokus pada kekuatan dan kemampuan aset yang dimiliki sekolah. Berikut merupakan 7 aset yang dimiliki oleh SMP Negeri 3 Depok :

  1. Modal sumber daya manusia

Modal manusia yang ada di sekolah saya adalah memiliki guru dan karyawan semua ada 32 orang. Sebagian besar guru sudah memiliki ijazah S1. Guru yang sudah S1 berjumlah 21 orang, S2 berjumlah 4 orang dan yang sudah bersertifikasi 11 orang. Selain itu rata-rata guru sudah mampu menggunakan IT. Semua guru terbiasa berkolaborasi sehingga apabila ada guru yang kurang mampu maka guru lain akan membantu sehingga timbul sikap saling tolong-menolong antar guru. Semua guru sama dan tidak ada bedanya antara yang sudah bersertifikasi dan yang belum. Selain itu guru di SMP N 3 DEPOK juga memiliki beberapa keahlian khusus seperti Pagelaran, kemampuan berkreasi dalam teknologi tepat guna,  seni rupa dan budaya serta keahlian kuliner, dan mampu menididik kewiraushaan siswa. Beberapa guru memiliki kempauan sebagai trainer atau pelatih seperti Futsal, Seni Musik, dan Manageman

  1. Modal sosial

Beberapa contoh modal sosial antara lain adalah asosiasi. Asosiasi merupakan suatu kelompok yang ada di dalam komunitas masyarakat yang terdiri atas dua orang atau lebih yang bekerja bersama dengan suatu tujuan yang sama dan saling berbagi untuk suatu tujuan yang sama. Asosiasi terdiri atas kegiatan yang bersifat formal maupun nonformal. Beberapa contoh tipe asosiasi adalah berdasarkan keyakinan, kesamaan profesi, kesamaan hobi, dan sebagainya. Terdapat beberapa macam bentuk modal sosial, yaitu fisik (lembaga), misalnya asosiasi dan institusi. Institusi adalah suatu lembaga yang mempunyai struktur organisasi yang jelas dan biasanya sebagai salah satu faktor utama dalam proses pengembangan komunitas masyarakat.

kegiatan bakti sosial dan bansos serta program pekatama merupakan salah satu program sekolah untuk membantu masyarakat sekolah dan sekitar. Asosiasi PGRI juga menjadi wadah berorganisasi guru guru di SMP Negeri 3 Depok Sleman.

  1. Modal Fisik

Terdiri atas dua kelompok utama, yaitu: 1) Bangunan yang bisa digunakan untuk kelas atau lokasi melakukan proses pembelajaran, laboratorium, pertemuan, ataupun pelatihan; 2) Infrastruktur atau sarana prasarana, mulai dari saluran pembuangan, sistem air, mesin, jalan, jalur komunikasi, sarana pendukung pembelajaran dan lain-lain.

Gedung di SMP Negeri 3 Depok  sudah cukup layak untuk digunakan dalam proses belajar mengajar dan memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

SMP Negeri 3 Depok memiliki sumber daya gedung yang sangat memadai, yatu; 12 ruang kelas, 1 Laboratorium IPA, 1 Laboratorium Bahasa, 1 Laboratorium Komputer, Perpustakaan, Ruang Guru, Ruang TU, Ruang Kepala Sekolah. Ruang OSIS, ruang UKS, Ruang meeting, Pendopo, kantin, Masjid yang cukup luas, ruang musik, serta kamar mandi Wanita dan pria yeng mencukupi serta terpisah.

Dampak dari kekuatan modal fisik ini adalah sekolah kami dapat lebih memaksimalkan proses pembelajaran sehingga mutu pendidikan dapat lebih optimal.

  1. Modal Lingkungan/alam

Salah satu potensi lingkungan yang dimiliki adalah ada beberapa lahan yang belum diolah dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dalam upaya pelestarian alam dan juga kenyamanan hidup. Namun beberapa lokasi juga dibuat taman yang asri dan terawat, sehingga menjadi lingkungan yang lebih nyaman. Linkungan di SMP Negeri 3 Depok berada di Sleman Yogyakarta yang berjarak tdaik lebih dari 30 km pegunungan sehingga memiliki udara yang bersih.

  1. Modal Finansial

Modal finansial dukungan keuangan yang dimiliki oleh sebuah komunitas yang dapat digunakan untuk membiayai proses pembangunan dan kegiatan sebuah komunitas.

Dari segi modal finansial SMP N 3 DEPOK mendapatkan :

  • Dana BOS yang digunakan untuk penyediaan dana operasional sekolah
  • sekolah memiliki kantin yang mengolah snack sehat untuk anak. Lingkungan sekolah kami tidak memperbolehkan adanya penjual masuk ke area sekolah karena anak-anak sudah dapat snack sehat dari sekolah.
  1. Modal Politik

Modal politik adalah ukuran keterlibatan sosial. Adapun sekolah membuat Kerjasama dengan:

  • Komite sekolah (Wali murid sebagai partner kerja dalam menjalin Kerjasama dalam menyukseskan program sekolah)
  • Polsek(menjalin Kerjasama dengan membuat surat izin Mou dalam kegiatan kegiatan sekolah seperti penyuluhan narkoba, taat berlalu lintas dll)
  • Layanan kesehatan dari puskesmas (pemberian vitamin  pada periode tertentu, kegiatan penyusuluhan kesehatan dll)
  1. Modal Agama dan budaya

Kebudayaan yang unik di setiap daerah masing-masing merupakan serangkaian ide, gagasan, norma, perlakuan, serta benda yang merupakan hasil karya manusia yang hidup berkembang dalam sebuah ruang geografis. Beberapa kegiatan yang menjadi modal agama dan budaya di SMP Negeri 3 Depok antara lain :

  • Kegiatan keagamaan dan tadarus pagi sebelum dimulai pembelajaran.
  • Pembiasaan kegiatan agama seperti sholat dhuha serta sholat dhuhur berjamaah.
  • Mengikuti berbagai lomba keagamaan seperti MTQ, MTtQ dll
  • Membiasakan bertoleransi antar umat beragama di lingkungan sekolah
  • Buka puasa Bersama dibulan Ramadhan Untuk kegiatan budaya di sekolah juga melaksanakan kegiatan yang merupakan tradisi/adat kebiasaan positif yang terus menerus menjadi budaya diantaranya:
  • Kegiatan upacara bendera ( sebagai wujud pengenalan cinta tanah air Indonesia)
  • Perayaan hari kartini, Guru-guru beserta murid juga dalam memeriahkan hari kartini mengadakan lomba -lomba diantaranya: menyanyi lagu kartini, membaca puisi kartini, lomba fashionshow dll.
  • Pentas Seni, kegiatan pentas seni dilakukan setiap akhir tahun dan pada kegiatan kegiatan tertentu.

Identifikasi dan pemetaan modal agama dan budaya merupakan langkah yang sangat penting untuk melihat keberadaan kegiatan dan ritual kebudayaan dan keagamaan di sekolah , termasuk kelembagaan dan tokoh-tokoh penting yang berperan langsung atau tidak langsung di dalamnya.